Hari Sipahutar Content Creator & Freelancer di Mahirtransaksi.com | Ikuti Saya di Instagram @Hari_sipahutar

15 Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal Untuk Pemula

8 min read

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal

Mahirtransaksi.com – Tahukah kamu, reseller Shopee bisa meraup penghasilan hingga puluhan juta rupiah tanpa modal. Dengan konsistensi dan usaha kamu juga bisa menjadi reseller Shopee yang sukses. Penasaran? Yuk, simak ulasan cara menjadi reseller Shopee tanpa modal untuk pemula berikut ini !

Selamat datang di abad 21, era dimana bisnis bisa dijalankan via online tanpa modal sepeser pun. Ini bukanlah isapan jempol belaka. Salah satu model bisnis yang layak untuk dicoba adalah reseller.

Panduan Menjadi Reseller Shopee

Dengan setidaknya 1+ juta lebih seller Shopee yang terbagi atas seller biasa dan UMKM, tentunya peluang reseller akan semakin kecil untuk berkembang. Selain itu, ada pula Dropshipper yang sama banyaknya dengan reseller di Shopee.

Tapi tidak perlu khawatir, yang kamu perlukan adalah sedikit strategi yang berbeda. Yap, sama seperti seller, persaingan reseller di Shopee juga sangat ketat. Kamu harus memiliki strategi khusus agar dapat bersaing dengan jutaan reseller lainnya.

Tetapi sebelum itu, kamu mungkin perlu memahami apa itu reseller dan bagaimana cara menjadi reseller Shopee yang sukses dengan modal kecil bahkan tanpa modal sepeserpun.

Apa Itu Reseller Shopee?

Secara harfiah, reseller artinya penjual ulang. Tugas seorang reseller adalah menjual produk dari supplier dengan selisih harga tertentu. Konsepnya sama seperti perdagangan konvensional. Kamu membeli barang dari supplier lalu menjualnya lagi dengan margin sekian persen.

Dibandingkan perdagangan konvensional, reseller lebih identik dengan toko online dan Marketplace. Keseharian seorang reseller adalah mengutak – atik toko online di Shopee dan Marketplace lain seperti Shopee, Bukalapak dan Tokopedia.

Walaupun pada praktiknya, reseller terbagi ke dalam 2 jenis. Ada reseller yang mengambil produk dari toko fisik (offline to online), ada juga yang mengambil produk dari Marketplace (online to online).

  • Reseller Offline To Online : Reseller yang merestok barang dari toko fisik seperti Swalayan, Mall atau UMKM lalu dijual melalui Marketplace online seperti Shopee, Bukalapak atau Tokopedia.
  • Reseller Online To Online : Reseller yang menjual produk dari satu Marketplace ke Marketplace lainnya. Misalnya menjual barang dari Shopee ke Tokopedia atau ke Lazada dan sebaliknya.

Keuntungan Menjadi Reseller Shopee

Selain mudah dan praktis, kamu juga akan merasakan beberapa keuntungan menjadi reseller Shopee berikut ini :

1. Modal Minim

Tidak seperti toko fisik pada umumnya yang harus menyediakan tempat, banner hingga promosi yang harus mengeluarkan modal awal yang cukup besar. Seorang reseller hanya perlu menyediakan tempat kecil untuk menyimpan barang sebelum dijual kembali.

Selain itu, reseller juga akan mendapatkan potongan harga ‘miring’ pada supplier karena membeli produk dalam jumlah banyak. Tentu modal yang diperlukan lebih sedikit dari modal yang harus dikeluarkan seller biasa pada umumnya.

Aktivitas reseller bisa dijalankan 100% via smartphone. Kamu hanya perlu duduk manis, menyiapkan gadget dan koneksi internet, lalu menawarkan produkmu ke website dan sosial media.

2. Hemat Waktu

Jika sebelumnya kamu harus memikirkan waktu produksi produk, waktu pengiriman hinga pengemasan produk, reseller tidak perlu melakukannya !

Yap, tugasmu adalah memasarkan produk ‘sudah jadi’ bahkan sebelum produk tersebut sampai ke tangan-mu. Jika pembeli sudah melakukan pembayaran, maka produk yang sudah dipacking tinggal kamu kirimkan ke alamat pembeli.

3. Langkah Awal Merintis Branding

Pernahkah kamu menemukan reseller yang melakukan Re-packing terhadap produknya? Yap, hampir semua reseller melakukannya.

Mengapa ini penting? Reseller tampil sebagai toko sendiri walaupun pada dasarnya produk reseller tidak diproduksi sendiri. Fungsinya untuk membangun branding toko.

Semakin baik branding toko, maka semakin tinggi tingkat kepercayaan pembeli. Alhasil, banyak reseller yang mulanya hanya menjual produk orang lain mulai berinovasi memproduksi produk sendiri karena telah mempunyai nama bagi pelanggan – pelanggannya.

4. Resiko Kecil

Mengapa banyak seller memilih menjadi reseller di Shopee? Yap, tentu karena resiko pasarnya kecil. Kamu tidak perlu memikirkan produk rusak, produk gagal terjual atau produksi yang macet.

Kamu bisa mengantisipasi barang tidak laku karena sudah melakukan riset terhadap barang yang paling banyak di cari. Selain itu, kamu juga bisa mengembalikan produk ke supplier jika ternyata produk tersebut tidak laku dipasaran.

5. Keuntungan Cukup Besar

Keuntungan seorang reseller di dapatkan dari perbedaan harga pembelian dan penjualan yang biasanya disebut dengan ‘Margin’ keuntungan.

Semakin besar margin harga produk yang didapatkan, maka semakin besar pula keuntungan yang akan diperoleh seorang reseller. Untuk itu, semakin baik seorang reseller memilih supplier maka semakin untung.

Dari segi keuntungan, reseller tidak bisa dipandang sebelah mata. Penghasilan seorang reseller profesional bisa mencapai puluhan juta rupiah. Jumlah ini lebih tinggi dari rata-rata gaji bulanan karyawan, padahal kamu bisa mengerjakannya tanpa harus meninggalkan rumah.

Cara Kerja Reseller Shopee

Seorang reseller Shopee bertugas menjual produk baik dari toko fisik maupun toko online di Marketplace Shopee.

Sama seperti seller Shopee pada umumnya, reseller Shopee juga memiliki toko sendiri di Shopee. Selain itu, reseller Shopee juga wajib memiliki toko sendiri di Shopee, membalas chat hingga melakukan packing dan pengiriman.

Sebagai gambarannya, berikut ilustrasi tugas seorang reseller Shopee :

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal
Cara Kerja Reseller. Sumber : Ningrumshop.com

Salah satu contoh pusat reseller offline besar adalah Pusat Grosir Solo (PGS). Setiap harinya, ribuan orang berjajar di depan toko untuk memproses pesanan reseller. Bahkan setiap banner toko mencantumkan link WhatsApp Group tempat para reseller bergabung untuk memperoleh katalog produk.

Para reseller kemudian menawarkan produk-produk tersebut ke Marketplace dan sosial media. Saat ada order masuk, reseller menghubungi pihak toko untuk keep produk. Keesokan harinya, reseller mengambil barang dari toko lalu mengirimnya lewat jasa kurir seperti JNE, Tiki, Pos, dan sebagainya.

Toko yang menyediakan produk, reseller yang menjualnya. Ini adalah bukti betapa suburnya bisnis reseller di jaman sekarang.

Perbedaan Reseller Dan Dropship Di Shopee

Banyak yang bingung membedakan antara reseller dan dropshipper. Garis besarnya memang mirip, menjual produk dari supplier dengan harga pokok plus margin keuntungan. Hanya ada satu hal yang membedakan reseller dan dropshipper.

Dalam sistem dropship, barang langsung dikirim dari supplier ke pembeli. Kamu hanya berperan sebagai perantara. Transaksi seolah-olah terjadi hanya antara kamu dengan pembeli, padahal yang sebenarnya terjadi adalah transaksi tiga pihak.

Kamu berurusan dengan supplier dan pembeli sekaligus. Sedangkan supplier dan pembeli tidak saling berhubungan. Barang dikirim dari supplier menggunakan nama tokomu sehingga pembeli tidak mengetahui bahwa kamu sebenarnya adalah seorang dropshipper.

Baca Juga : 12 Kelebihan Shopee Dibanding Tokopedia [Hasil Riset]

Sedangkan dalam sistem reseller, kamu benar-benar membeli produk dari supplier. Biasanya supplier memberikan harga khusus untuk para supplier dengan menetapkan batas minimal pembelian.

Karena kamu membeli barang dengan harga lebih rendah, kamu bisa menjualnya lagi dengan harga normal atau lebih tinggi. Selisih harga inilah yang jadi keuntunganmu. Tapi sistem ini agak beresiko. Kalau kamu tidak mampu menjual produk yang terlanjur kamu beli dari supplier, kamu harus siap menanggung rugi.

Shopee menyediakan fitur khusus agar para reseller bisa menjual ulang produk-produk di Shopee tanpa perlu modal. Sekilas sistem ini memang serupa dengan dropship, kedua istilah ini memang sering bertabrakan dan praktiknya makin sulit dibedakan.

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal

Untuk menjadi reseller Shopee yang sukses, berikut step by step cara menjadi reseller Shopee tanpa modal yang harus kamu lakukan :

1. Tentukan Produk Yang Akan Dijual

Langkah pertama untuk memulai bisnis reseller di Shopee adalah menentukan produk apa yang akan dijual. Menentukan produk ini harus dilakukan dengan pertimbangan yang ‘matang’.

Diperlukan riset volume pencarian produk perhari, perbulan bahkan pertahun untuk menentukan produk yang cocok dijual kembali dengan sistem reseller.

Dalam menentukan produk reseller yang cocok dijual di Shopee, maka kamu harus mempertimbangkan beberapa faktor berikut :

  • Besarnya permintaan produk yang akan kamu jual 3 bulan terakhir.
  • Volume pencarian produk rata  – rata perbulan.
  • Apakah produk tersebut sedang trend atau sedang digandrungi di masa mendatang.
  • Apakah supplier untuk produk tersebut tersedia.
  • Apakah memungkinkan mengambil margin keuntungan …% dari produk yang akan kamu jual.
  • Seberapa besar tingkat pemahaman kamu terhadap produk tersebut.
  • …. Faktor lainnya.

Untuk menentukan produk yang tepat, kamu dapat memulai riset produk menggunakan tool – tool yang tersedia secara gratis seperti Ubersuggest atau Google Trends. Cara riset produk ini dapat kamu baca secara lengkap Disini

Misalnya saja untuk produk ‘Masker’. Coba perhatikan statistik Google Trends untuk produk masker berikut :

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal
Kata Kunci Masker Di Google Trends

Volume pencarian terhadap produk masker ternyata semakin naik setiap bulannya. Sekarang coba bandingkan dengan penjualan di Shopee berikut :

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal
Penjualan Produk Masker Di Shopee

Ternyata data Google Trends sebanding dengan jumlah penjualan produk di Marketplace Shopee. Sekarang tugas-mu adalah menentukan tingkat persaingan untuk contoh produk ini.

Jika masih memungkinkan, kamu bisa mencoba menjual produk masker ini di Toko Shopee-mu. Lalu selanjutnya apa?

Yap, tentunya produk yang kamu jual harus memiliki kelebihan dibandingkan produk seller lainnya yang sejenis. Apakah itu harganya, kualitasnya, deskripsinya atau bonusnya !

Agar lebih cepat mendapatkan penjualan pertama bisnis reseller kamu, coba baca ulasan rahasia jualan di Shopee ini.

2. Pahami Produk Yang Kamu Jual

Reseller berpengalaman dapat diketahui dari cara menjawab pertanyaan pembeli baik dari Live Chat maupun dari ulasan penjualan Shopee. Jika seorang reseller terkesan menjawab asal – asalan mengenai produk yang di jual, maka tingkat kepercayaan pembeli juga akan menurun.

Cara Menjadi Reseller Shopee Tanpa Modal
Contoh Spesifikasi Produk Masker

Untuk itu, diperlukan pemahaman akan produk yang dijual kembali (reseller). Berikut beberapa faktor yang harus kamu pahami untuk produk yang kamu jual :

  • Spesifikasi produk.
  • Fungsi dan efek samping produk.
  • Kualitas produk.
  • Stok produk.
  • … spesifikasi produk lainnya.

Walaupun pada dasarnya, semua keterangan produk yang kamu jual dapat kamu copy dan tempel dari katalog atau deskripsi supplier, namun untuk beberapa pertanyaan tentu kamu harus menjawabnya sendiri berdasarkan pengetahuan-mu.

Mengapa hal ini penting? Yap, tujuannya untuk membuat kamu nyaman menjual produk tersebut dan lebih konsisten memahami produk yang kamu pasarkan di Shopee.

3. Mencari Supplier

Mencari supplier merupakan tahapan paling ‘krusial’ untuk menjadi reseller Shopee. Menentukan supplier yang tepat akan mempengaruhi performa penjualan serta keuntungan yang kamu dapatkan.

Untuk mencari supplier reseller, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan :

  • Komunikasi : Komunikasi supplier dan reseller sangat penting dijaga. Kamu harus memastikan hubungan komunikasi antara dua pihak berjalan lancar dan berkesinambungan.
  • Stok produk : Pastikan stok produk supplier selalu ada. Jika memang stok tidak diproduksi secara massal, pastikan kamu mengetahui jadwal produksi produk dari supplier.
  • Harga : Menentukan harga produk dari supplier dan harga jual sangat penting untuk memastikan margin keuntungan tetap ada. Lakukan perhitungan secara detail agar bisnis reseller Shopee kamu tidak boncos.
  • Kualitas : Pastikan produk dari supplier berkualitas. Untuk menganalisa kualitas  produk, kamu dapat mencoba membeli beberapa produk secara acak (random) sebagi tester produk.

Selain beberapa faktor diatas, pastikan pula jarak antara kamu dan supplier tidak terlalu jauh untuk menghemat ongkos kirim produk.

Supplier bisnis reseller Shopee bagi pemula biasanya berasal dari produk UMKM atau Mall di dekat tempat tinggal. Atau jika memungkinkan, kamu dapat membeli produk dari Marketplace lain untuk dijual kembali di Shopee.

Terkadang reseller juga akan mencari rekomendasi toko Shopee untuk reseller walaupun cara menjual barang Shopee di Marketplace Shopee tidak diperbolehkan.

4. Menentukan Harga Beli Dan Harga Jual

Sebagai reseller, tentunya kamu menginginkan keuntungan dari bisnis reseller di Shopee ini bukan? Untuk itu, kamu harus mengatur harga beli dan harga jual sebaik mungkin agar kamu tetap mendapatkan keuntungan per penjualan produk.

Biasanya seller pemula akan memasang margin keuntungan 5 – 10% per 1 produk terjual. Setelah branding toko sudah besar, kamu bisa menaikan margin keuntungan 15 – 20% per 1 produk terjual.

Sebaiknya hindari mengambil margin keuntungan yang terlalu besar saat awal berjualan. Karena pada dasarnya seller pemula akan fokus membangun branding terlebih dahulu.

5. Membuat Toko Di Shopee

Langkah selanjutnya adalah membuat toko sendiri di Shopee. Jika kamu sudah memiliki toko sebelumnya, kamu dapat melewati step ini dan lanjut ke step berikutnya.

Oh ya, panduan membuat toko di Shopee ini dapat kamu baca secara lengkap Disini. Dalam membuat toko Shopee, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan :

  • Nama dan Username Toko.
  • Tampilan / dekorasi toko.
  • Deskripsi toko.
  • Foto sampul dan foto produk.

Setelah toko jadi, kamu harus mengupload produk dari supplier ke toko-mu. Pastikan kamu membaca syarat dan ketentuan seller Shopee agar produk kamu segera tampil di halaman pencarian Shopee.

6. Mulai Promosi

Langkah terakhir dan tidak kalah penting adalah promosi. Seperti seller pada umumnya, kamu harus melakukan promosi dan optimasi produk agar muncul di halaman teratas pencarian Shopee.

Untungnya, kamu dapat mempelajari cara promosi dan optimasi produk Shopee agar cepat laku lewat ulasan berikut :

Dengan beberapa strategi diatas, niscaya produk yang kamu jual akan cepat laku dan mulai menghasilkan uang dari bisnis reseller Shopee.

Cara Menjadi Reseller Shopee Untuk Pemula

Untuk menjadi reseller shopee bagi pemula, Shopee menyediakan fitur khusus untuk para reseller yang tetap ingin berjualan tanpa harus memikirkan stok barang baik dari UMKM atau dari Marketplace lain.

Fitur khusus ini bernama Katalog Saya yang memungkinkan reseller untuk mengunggah produk di toko online dan membagikannya ke sosial media tanpa stok barang.

Dilansir dari situs resmi Shopee, Fitur Katalog Saya adalah sebuah fitur yang diperuntukkan bagi Reseller/Dropshipper yang dapat membantu memasarkan produk dengan lebih mudah.

Dengan fitur Katalog Saya Reseller/Dropshipper bisa dengan mudah :

  • Menyimpan produk-produk dari Shopee dengan menambahkannya ke Katalog Saya.
  • Meng-share produk/katalog kepada orang lain melalui media sosial.

Lalu apasih keunggulan fitur Katalog Saya ini? Bagaimana cara menggunakannya untuk berjualan? Ulasan lengkapnya dapat kamu baca secara lengkap Disini.

Untuk memahami lebih jelas cara jadi reseller shopee tanpa modal, kamu dapat melihat video panduan dibawah ini :

 

Kesalahan Reseller Shopee Pemula

Untuk menghindari bisnis reseller Shopee kamu kandas atau malah merugi, kamu harus tahu dulu kesalahan – kesalahan yang kerap dilakukan reseller pemula ketika memulai bisnis reseller di Shopee berikut ini :

  • Supplier Tidak Profesional : Supplier yang tidak profesional atau tidak bisa menjaga kualitas produk, yang akan mengakibatkan kamu akan sering berhadapan dengan keluhan dari pelanggan atau permintaan pengembalian barang (refund).
  • Tidak Memiliki Alternatif Supplier : Apabila bermasalah maka kamu akan bingung mengganti produk dengan produk sejenis atau hampir mirip dengan produk dijual sebelumnya.
  • Pengelolaan Bisnis Yang Salah : Contohnya tidak melakukan manajemen keuangan yang baik, menyusun strategi pemasaran dan penjualan yang matang, evaluasi yang tidak terstruktur dan lain sebagainya.
  • Salah Riset Produk : Produk atau jasa yang anda jual tidak terlalu diminati oleh pasar sehingga malas untuk meneruskan bisnis reseller Shopee.
  • Kurang Promosi : Tidak melakuka promosi secara continiu baik secara online maupun offline.
  • Tidak Riset Kompetitor : Tidak memperhitungkan harga jual dari para kompetitor akan menyebabkan harga kalah saing dan membuat harga jual tidak dapat bersaing.
  • Tidak Konsisten : Contohnya lambat dalam merespons pesanan atau menjawab pertanyaan calon pelanggan.

Penutup

Join reseller Shopee memang sangat menguntungkan. Kamu dapat mencari reseller di Shopee untuk menentukan strategi melawan toko kompetitor yang menjual produk yang sama dengan produk yang kamu jual.

Baca Juga : 7 Cara Jual Barang Preloved Di Shopee Agar Cepat Laku

Faktanya, kamu juga dapat mencari supplier lewat group reseller Shopee di Facebook, Instagram atau Quora dengan kata kunci ‘Open Reseller Shopee’. Kamu juga dapat mencari rekomendasi seseller Shopee murah untuk dijual kembali secara offline.

Baca Juga : Cara Survive Saat Penjualan Shopee Menurun [99% Berhasil]

Sekian ulasan cara menjadi reseller Shopee bagi pemula yang terbukti berhasil meraup keuntungan hingga jutaan rupiah ini. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar Reseller dan Dropship di Shopee, segera tanyakan melalui kolom komentar dibawah ini.

Selamat mencoba !

Hari Sipahutar Content Creator & Freelancer di Mahirtransaksi.com | Ikuti Saya di Instagram @Hari_sipahutar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *